Tips Membuat Portfolio Secara Profesional
The Selfiess - Kebanyakan orang suka sekali dengan foto atau gambar yang besar, dan kalian (mungkin) itu dapat mendatangkan keuntungan jika kalian seorang fotografer yang cukup terkenal.
Oleh karena itu, kalian mau tidak mau harus membuat portfolio layaknya profesional untuk menarik klien. Berikut beberapa tips tentang cara membuat portofolio fotografi yang mengesankan :
Posting yang terbaik
Ingat bahwa gambar atau foto yang kalian masukan ke dalam portofolio adalah representasi dari pekerjaan kalian; Oleh karena itu, kalian harus menyertakan hanya foto-foto yang terbaik. Salah satu cara terbaik untuk memiliki gambar atau foto yang baik adalah dengan mengambil foto sebanyak mungkin.
Sebagai contoh, jika kalian memotret bangunan, maka ambil sebanyak mungkin angle dari perspektif yang berbeda-beda, dan dengan pengaturan yang berbeda pula.
Kemudian, edit foto kalian di komputer dengan hati-hati. Hal ini dikarenakan, foto yang menurut kalian terbaik, belum tentu baik buat klien. Intinya, jangan ada kesalahan sedikit pun saat mengedit pada komputer.
Sebelum memposting foto kalian ke portofolio, tidak ada salahnya untuk menunjukkan hasil nya pada teman-teman atau kolega kalian. Dan kalian harus mendengar kata "wow" saat diperlihatkan.
Foto juga harus menunjukkan konsistensi dari apa yang kalian kerjakan. Sebagai contoh, jika kalian tertari akan foto-foto pernikahan, maka kebanyakan foto yang di-posting harus seputar pernikahan.
Update secara teratur
Sama seperti halnya dalam bisnis apapun, kalian juga harus memperbarui pekerjaan kalian. Meskipun kalian tidak harus memperbarui portofolio setiap hari, tapi yang perlu dilakukan adalah memperbaiki kualitas, baik editing, angle, dan perspektif. Sebagai contoh, kalian mungkin dapat memperbarui setelah membeli kamera baru atau peralatan baru, yang membuat foto kalian berkualitas tinggi.
Organisir
Ketika memposting foto-foto, pastikan terorganisir dengan baik. Pastikan bahwa foto pertama yang di-posting adalah "pembunuh" mata. Awal adalah sebuah foto perkenalan, dan membuat klien menjadi tersentak dengan kualitas yang mumpuni.
Sementara itu, untuk hasil portofolio yang di cetak idealnya dibuat berurutan 2 hingga 5 foto dalam tiap lembarnya, dalam 20 foto. Foto yang tidak banyak alias cukup, adalah untuk memastikan mendapat perhatian dari klien, dan hindari memasang 2 foto "wide" secara bersamaan dalam satu halaman.
Tapi juga pastikan menempatkan foto diri kalian di belakang halaman akhir dari portfolio. Hal inilah yang akan meningglkan memori pada klien, namun juga jangan terlalu besar, cukup saja ukurannya.
Nah, jadi siapkan portfolio kalian !!! raih impian menjadi fotografer besar.
| tommysatria | theselfie | all resources |
Inilah 6 Tips Jitu Memotret Potrait
Kesalahan Umum Dalam Fotografi Bagi Pemula
The Selfies - Fotografi jelas bukanlah sesuatu hal yang cukup sulit dilakukan saat ini. Perkembangan kamera digital yang semakin maju, membuat kebanyakan orang dapat memotret. Namun, bukan berarti memotret itu mudah. Salah satunya karena masih banyak orang terlalu percaya pada Mode Auto pada kamera digitalnya.
Hal inilah, yang terkadang persoalan sepele membuat hasil foto tidak sesuai dengan keinginan kita. Intinya teruslah menggali dan belajar dari sumber-sumber artikel atau tips soal fotografi di jagad "maya".
Berbicara soal belajar, semua hal soal fotografi, baik dari sejarah hingga informasi teknis, cukup dengan klik di internet saja.
Akan tetapi, membaca di internet seharian juga tidak akan membuat kita terlepas dari kesalahan memotret. Di bawah ini adalah daftar beberapa kesalahan yang paling umum terjadi. Saya hanya memilah-milah dari sekian banyak kesalahan umum, namun bukan berarti saya juga tidak belajar dari kesalahan.
1. Lupa soal eksposur
Saat kita sedang mengikuti subyek dari satu titik ke titik yang lain, kadang lupa untuk melakukan pengaturan eksposur. Kita selalu lupa bahwa selalu ada terang - gelap dalam dunia fotografi. Artinya, akan selalu ada cahaya yang dibutuhkan di dalam dunia fotografi, terang dan gelap.
Jika kita memotret seseorang di dalam ruangan dan selanjutnya orang tersebut memutuskan untuk berjalan ke luar ruang, akan ada kondisi/situasi yang berbeda. Pengaturan harus segera dilakukan karena hal tadi, kondisi pencahayaan yang jelas berbeda. Nah, pemula biasa sering tidak peduli atau kelupaan untuk menyesuaikan eksposur. Biasanya akan berakhir dengan gambar overexposed yang mungkin tidak baik untuk disimpan.
2. Sering banget lihat LCD
Ini adalah salah satu kegiatan paling favorit para fotografer pemula. Melihat layar LCD atau Chimping untuk memeriksa hasil jepretan kerap dilakukan (bahkan kadang saya juga suka gitu, penasaran...). Hasilnya, kita sering kehilangan momen karena keasyikan melihat chimping.
Masih menembak di JPG
3. Masih aja motret pakai JPG
Satu-satunya alasan memotret dengan format JPG adalah jika kita memotret pakai ponsel pintar (smartphone) atau android. Jika tidak, lupain deh dan saatnya pakai RAW.
4. Buru-buru terus
Saya sering melihat banyak pemula suka terburu-buru saat memotret. Dan saya belum tahu apakah itu memang gaya nya, atau biar dibilang pro. Apapun, itu adalah salah. Memotret juga perlu ketenangan, pelan-pelan dalam membuat bingkai atau framing. Jadi lebih baik memotret lima jepretan daripada seratus hasil foto yang buruk.
5. "Menjahit"
"Menjahit" adalah istilah untuk menunjukkan seorang fotografer yang sedang memotret dengan menekan shutter tanpa henti. Sering juga dikenal seperti sedang "memberondong" peluru. Kadang kita perlu juga merasa kasihan pada kamera yang dipakai. Selain itu juga bisa mempercepat proses kerusakan pada shutter. Walau kadang alasan takut kehilangan momen seringkali dipakai, tapi jangan juga terlalu sering.
5. Mengandalkan perangkat lunak
Ini persoalan yang jamak. Foto jelek, betulin aja di Photoshop. Aduh please deh ? Justru untuk menjadi seorang fotografer yang bagus, berarti motretnya harus bagis juga. Komposisi, eksposur, kecepatan dan segala teknis lainnya. Photoshop hanyalah penyesuaian akhir saja, bukan segalanya.
6. Menggunakan warna hitam dan putih
Sebenarnya ini gak salah juga, jika kita menggunakan warna sepia, hitam dan putih atau efek lain dengan benar. Namun begitu banyak fotografer percaya bahwa menghapus warna akan menambah nilai dari foto mereka. Hitam dan putih fotografi adalah pilihan, tapi juga bukan yang benar juga. Walau kadang hitam dan putih kerap membuat dramatis sebuah gambar.
Banyak yang menggunakan hitam dan putih untuk art atau kreatif semata. Tapi bagi saya (boleh aja di bantah lho), warna akan membawa kita pada realitas.
#tips jitu #trik fotografi #tommysatria foto #pemula #fotografi dasar
The Selfiess - Kebanyakan orang suka sekali dengan foto atau gambar yang besar, dan kalian (mungkin) itu dapat mendatangkan keuntungan jika kalian seorang fotografer yang cukup terkenal.
Oleh karena itu, kalian mau tidak mau harus membuat portfolio layaknya profesional untuk menarik klien. Berikut beberapa tips tentang cara membuat portofolio fotografi yang mengesankan :
Posting yang terbaikIngat bahwa gambar atau foto yang kalian masukan ke dalam portofolio adalah representasi dari pekerjaan kalian; Oleh karena itu, kalian harus menyertakan hanya foto-foto yang terbaik. Salah satu cara terbaik untuk memiliki gambar atau foto yang baik adalah dengan mengambil foto sebanyak mungkin.
Sebagai contoh, jika kalian memotret bangunan, maka ambil sebanyak mungkin angle dari perspektif yang berbeda-beda, dan dengan pengaturan yang berbeda pula.
Kemudian, edit foto kalian di komputer dengan hati-hati. Hal ini dikarenakan, foto yang menurut kalian terbaik, belum tentu baik buat klien. Intinya, jangan ada kesalahan sedikit pun saat mengedit pada komputer.
Sebelum memposting foto kalian ke portofolio, tidak ada salahnya untuk menunjukkan hasil nya pada teman-teman atau kolega kalian. Dan kalian harus mendengar kata "wow" saat diperlihatkan.
Foto juga harus menunjukkan konsistensi dari apa yang kalian kerjakan. Sebagai contoh, jika kalian tertari akan foto-foto pernikahan, maka kebanyakan foto yang di-posting harus seputar pernikahan.
Update secara teratur
Sama seperti halnya dalam bisnis apapun, kalian juga harus memperbarui pekerjaan kalian. Meskipun kalian tidak harus memperbarui portofolio setiap hari, tapi yang perlu dilakukan adalah memperbaiki kualitas, baik editing, angle, dan perspektif. Sebagai contoh, kalian mungkin dapat memperbarui setelah membeli kamera baru atau peralatan baru, yang membuat foto kalian berkualitas tinggi.
Organisir
Ketika memposting foto-foto, pastikan terorganisir dengan baik. Pastikan bahwa foto pertama yang di-posting adalah "pembunuh" mata. Awal adalah sebuah foto perkenalan, dan membuat klien menjadi tersentak dengan kualitas yang mumpuni.
Sementara itu, untuk hasil portofolio yang di cetak idealnya dibuat berurutan 2 hingga 5 foto dalam tiap lembarnya, dalam 20 foto. Foto yang tidak banyak alias cukup, adalah untuk memastikan mendapat perhatian dari klien, dan hindari memasang 2 foto "wide" secara bersamaan dalam satu halaman.
Tapi juga pastikan menempatkan foto diri kalian di belakang halaman akhir dari portfolio. Hal inilah yang akan meningglkan memori pada klien, namun juga jangan terlalu besar, cukup saja ukurannya.
Nah, jadi siapkan portfolio kalian !!! raih impian menjadi fotografer besar.
| tommysatria | theselfie | all resources |
Inilah 6 Tips Jitu Memotret Potrait
The Selfies - Fotografi Potrait merupakan "pertarungan" menangkap
momen dengan seseorang, saat itu (mungkin) fotografer dapat mengungkap
karakter seseorang. Mengetahui subyek foto dengan baik mungkin saja
dapat membantu pemotretan, namun terkadang subyek di depan lensa yang
merupakan orang "asing", justru menyulitkan.
Berikut beberapa tip bagi fotografer yang (mungkin) dapat membantu memberikan banyak keuntungan, seperti dilansir photographytalk.
1.Jangan selalu menyuruh subyek untuk senyum
Beberapa orang mungkin saja indah saat mereka tersenyum. Namun demikian, ada saja ekspresi wajah yang serius dapat menjadi momen terbaik bagi fotografer untuk mencobanya. Cobalah untuk selalu memotret dengan banyak pilihan ekspresi wajah, fotografer pasti akan menemukan pada frame mana ekspresi tersebut sangat kuat.
2.Fokus sebelum aksi terjadi
Jika fotografer ingin memotret, misal saja psangan pengantin yang berjalan menuju arah fotografer, pastikan sudah memiliki titik fokus yang diatur secara manual, serta daerah mana yang akan diambil dengan teknik pre-focus. Dengan begitu fotografer tidak perlu sibuk mencoba mengukur jarak yang tepat saat momen itu terjadi.
3.Jaga agar tidak berkedip
Berkedip adalah salah satu alasan paling umum saat mendapati foto kurang bagus. Hal ini tidak terduga oleh fotografer, namun hal ini dapat di minimalisir. Saat fotografer hanya bekerja dengan satu subyek pemotretan maka kondisi ini dapat dihindarkan. Akan tetapi tantangan muncul saat fotografer memotret subyek secara berkelompok. Pastikan untuk meminta mereka berkedip beberapa kali di muka supaya mereka menyingkirkan refleks ketika saatnya tiba bagi Anda untuk menekan shutter release.
4.Gunakan catchlight
Catchlight adalah refleksi kecil di mata seseorang dan itu salah satu elemen penting yang memberikan sebuah potret "kehidupan." Tanpa itu, bahkan jika Anda memiliki model tercantik sekalipun, foto-foto kemungkinan besar akan terlihat kusam.
5.Apakah subjek pemalu
Seringkali orang yang Anda memotret akan malu atau akan memiliki semacam ketidaknyamanan yang berhubungan dengan pose. Banyak orang tidak tahu apa yang harus dilakukan saat di depan kamera, bahkan cenderung akan menjadi seperti robot. Untuk membuat situasi lebih mudah bagi kedua belah pihak, suruhlah subjek melakukan sesuatu dengan tangan mereka. Mereka dapat berpegang pada sesuatu, menggunakan objek, meletakkan tangan mereka di saku atau apa pun yang dapat membuat foto menjadi lebih baik.
6.Hitam dan putih
Tidak adanya warna dapat menjadi keuntungan yang fantastis. Walaupun, hitam-putih juga bukan segala-galanya dalam dunia fotografi terutama potrait.
| tommysatria | photo by tommysatria photo |
![]() |
| Photo by Tommy Satria |
Berikut beberapa tip bagi fotografer yang (mungkin) dapat membantu memberikan banyak keuntungan, seperti dilansir photographytalk.
1.Jangan selalu menyuruh subyek untuk senyum
Beberapa orang mungkin saja indah saat mereka tersenyum. Namun demikian, ada saja ekspresi wajah yang serius dapat menjadi momen terbaik bagi fotografer untuk mencobanya. Cobalah untuk selalu memotret dengan banyak pilihan ekspresi wajah, fotografer pasti akan menemukan pada frame mana ekspresi tersebut sangat kuat.
2.Fokus sebelum aksi terjadi
Jika fotografer ingin memotret, misal saja psangan pengantin yang berjalan menuju arah fotografer, pastikan sudah memiliki titik fokus yang diatur secara manual, serta daerah mana yang akan diambil dengan teknik pre-focus. Dengan begitu fotografer tidak perlu sibuk mencoba mengukur jarak yang tepat saat momen itu terjadi.
3.Jaga agar tidak berkedip
Berkedip adalah salah satu alasan paling umum saat mendapati foto kurang bagus. Hal ini tidak terduga oleh fotografer, namun hal ini dapat di minimalisir. Saat fotografer hanya bekerja dengan satu subyek pemotretan maka kondisi ini dapat dihindarkan. Akan tetapi tantangan muncul saat fotografer memotret subyek secara berkelompok. Pastikan untuk meminta mereka berkedip beberapa kali di muka supaya mereka menyingkirkan refleks ketika saatnya tiba bagi Anda untuk menekan shutter release.
4.Gunakan catchlight
Catchlight adalah refleksi kecil di mata seseorang dan itu salah satu elemen penting yang memberikan sebuah potret "kehidupan." Tanpa itu, bahkan jika Anda memiliki model tercantik sekalipun, foto-foto kemungkinan besar akan terlihat kusam.
5.Apakah subjek pemalu
Seringkali orang yang Anda memotret akan malu atau akan memiliki semacam ketidaknyamanan yang berhubungan dengan pose. Banyak orang tidak tahu apa yang harus dilakukan saat di depan kamera, bahkan cenderung akan menjadi seperti robot. Untuk membuat situasi lebih mudah bagi kedua belah pihak, suruhlah subjek melakukan sesuatu dengan tangan mereka. Mereka dapat berpegang pada sesuatu, menggunakan objek, meletakkan tangan mereka di saku atau apa pun yang dapat membuat foto menjadi lebih baik.
6.Hitam dan putih
Tidak adanya warna dapat menjadi keuntungan yang fantastis. Walaupun, hitam-putih juga bukan segala-galanya dalam dunia fotografi terutama potrait.
| tommysatria | photo by tommysatria photo |
Kesalahan Umum Dalam Fotografi Bagi Pemula
The Selfies - Fotografi jelas bukanlah sesuatu hal yang cukup sulit dilakukan saat ini. Perkembangan kamera digital yang semakin maju, membuat kebanyakan orang dapat memotret. Namun, bukan berarti memotret itu mudah. Salah satunya karena masih banyak orang terlalu percaya pada Mode Auto pada kamera digitalnya.
![]() |
| Menunggu momen penting adalah hal yang wajib dilakukan oleh seorang fotografer. (foto by Tommy Satria) |
Hal inilah, yang terkadang persoalan sepele membuat hasil foto tidak sesuai dengan keinginan kita. Intinya teruslah menggali dan belajar dari sumber-sumber artikel atau tips soal fotografi di jagad "maya".
Berbicara soal belajar, semua hal soal fotografi, baik dari sejarah hingga informasi teknis, cukup dengan klik di internet saja.
Akan tetapi, membaca di internet seharian juga tidak akan membuat kita terlepas dari kesalahan memotret. Di bawah ini adalah daftar beberapa kesalahan yang paling umum terjadi. Saya hanya memilah-milah dari sekian banyak kesalahan umum, namun bukan berarti saya juga tidak belajar dari kesalahan.
1. Lupa soal eksposur
Saat kita sedang mengikuti subyek dari satu titik ke titik yang lain, kadang lupa untuk melakukan pengaturan eksposur. Kita selalu lupa bahwa selalu ada terang - gelap dalam dunia fotografi. Artinya, akan selalu ada cahaya yang dibutuhkan di dalam dunia fotografi, terang dan gelap.
Jika kita memotret seseorang di dalam ruangan dan selanjutnya orang tersebut memutuskan untuk berjalan ke luar ruang, akan ada kondisi/situasi yang berbeda. Pengaturan harus segera dilakukan karena hal tadi, kondisi pencahayaan yang jelas berbeda. Nah, pemula biasa sering tidak peduli atau kelupaan untuk menyesuaikan eksposur. Biasanya akan berakhir dengan gambar overexposed yang mungkin tidak baik untuk disimpan.
2. Sering banget lihat LCD
Ini adalah salah satu kegiatan paling favorit para fotografer pemula. Melihat layar LCD atau Chimping untuk memeriksa hasil jepretan kerap dilakukan (bahkan kadang saya juga suka gitu, penasaran...). Hasilnya, kita sering kehilangan momen karena keasyikan melihat chimping.
Masih menembak di JPG
3. Masih aja motret pakai JPG
Satu-satunya alasan memotret dengan format JPG adalah jika kita memotret pakai ponsel pintar (smartphone) atau android. Jika tidak, lupain deh dan saatnya pakai RAW.
4. Buru-buru terus
Saya sering melihat banyak pemula suka terburu-buru saat memotret. Dan saya belum tahu apakah itu memang gaya nya, atau biar dibilang pro. Apapun, itu adalah salah. Memotret juga perlu ketenangan, pelan-pelan dalam membuat bingkai atau framing. Jadi lebih baik memotret lima jepretan daripada seratus hasil foto yang buruk.
5. "Menjahit"
"Menjahit" adalah istilah untuk menunjukkan seorang fotografer yang sedang memotret dengan menekan shutter tanpa henti. Sering juga dikenal seperti sedang "memberondong" peluru. Kadang kita perlu juga merasa kasihan pada kamera yang dipakai. Selain itu juga bisa mempercepat proses kerusakan pada shutter. Walau kadang alasan takut kehilangan momen seringkali dipakai, tapi jangan juga terlalu sering.
5. Mengandalkan perangkat lunak
Ini persoalan yang jamak. Foto jelek, betulin aja di Photoshop. Aduh please deh ? Justru untuk menjadi seorang fotografer yang bagus, berarti motretnya harus bagis juga. Komposisi, eksposur, kecepatan dan segala teknis lainnya. Photoshop hanyalah penyesuaian akhir saja, bukan segalanya.
6. Menggunakan warna hitam dan putih
Sebenarnya ini gak salah juga, jika kita menggunakan warna sepia, hitam dan putih atau efek lain dengan benar. Namun begitu banyak fotografer percaya bahwa menghapus warna akan menambah nilai dari foto mereka. Hitam dan putih fotografi adalah pilihan, tapi juga bukan yang benar juga. Walau kadang hitam dan putih kerap membuat dramatis sebuah gambar.
Banyak yang menggunakan hitam dan putih untuk art atau kreatif semata. Tapi bagi saya (boleh aja di bantah lho), warna akan membawa kita pada realitas.
#tips jitu #trik fotografi #tommysatria foto #pemula #fotografi dasar


0 comments:
Post a Comment